Archive for June, 2010
Indonesia Puppet Show – Wayang Kulit Banyumas
by adesena on Jun.29, 2010, under Freebies
Bagi penggemar wayang golek seperti saya, tentu saja merupakan suatu pengalaman yang tak terlupakan bila menonton pertunjukan wayang kulit. Awalnya memang tak terbayang untuk bisa menikmatinya karena keterbatasan bahasa, tapi setelah 6 tahun berada di Lakbok, sebuah ibukota kecamatan yang berada di perbatasan jawa barat dan jawa tengah, lingkungan yang memakai dua bahasa daerah, yaitu bahasa sunda dan jawa perbatasan, akhirnya saya memberanikan diri untuk melihat dan mencoba menikmati suguhan tontonan tersebut.
Pertunjukan wayang kulit memang sangat jarang disajikan dan diundang oleh penyelenggara hajatan. Mungkin sekitar 90% orang hajatan mengundang organ tunggal, atau orang sini juga menyebut dengan dangdutan. Sudah terbayang bagi saya kekacauan yang mungkin timbul akibat acara dangdutan tersebut. Perkelahian yang timbul akibat gesekan antara penonton yang tak jarang juga dalam pengaruh minuman keras, menjadikan hiburan seperti ini rawan benturan. Hiburan lain yang digemari disini yaitu ebeg, atau kuda lumping atau pertunjukan layaknya debus di banten. Bila musim liburan tiba biasanya juga anak yang di khitan diarak dengan kuda keliling kampung, diiringi dengan sajian drumband.
Balik lagi ke pertunjukan wayang kulit, suatu malam bapak Sulaeman seorang tenaga medis dari kampung Baregbeg Lakbok Ciamis,vmengundang saya untuk nonton wayang kulit ini bersamanya. Pertunjukan ini dimulai pada pukul 10 malam dan akan berakhir pukul 4 dini hari. Penonton sangatlah banyak, namun sayang karena diadakan di tempat hajatan, maka penonton terpaksa memenuhi jalan raya didepan rumah si penyelenggara hajatan, sehingga bila ada kendaraan yang lewat maka harus dipandu oleh aparat keamanan untuk menyeruak kerumuman penonton. Panggung yang dibangun di depan rumah sangatlah besar. Layar yang merupakan bayangan hitam putih menghadap ke rumah siempunya hajatan, sedangkan crew wayang termasuk gamelannya semua menghadap penonton di depan rumah.
Dalangnya termasuk dalang muda, malahan belum lulus SMU katanya, tapi dia cukup lihai memainkan wayangnya, karena mungkin didikan ayahnya yang jadi dalang terkenal di daerah sini. Sindennya 7 orang, dari yang paling tua yang hafal dengan pakem tembang-tembang wayang, sampai dengan sinden muda yang gaul dengan lagu-lagu campursari. Ada yang unik dalam gamelannya, selain kumplit dengan gamelan jawa, ditambah juga dengan kendang/ gendang dari jawa barat. Sehingga membuat campuran nada yang cukup harmonis. Bagi saya yang terbiasa mendengar kendang dari jawa barat, sungguh suatu rasa bangga ketika melihat kendang sunda disajikan di pergelaran wayang kulit.
Ceritanya mirip dengan wayang golek, karena mungkin masih dari sumber yang sama, yaitu tentang lahirnya si perkasa gatot kaca. Cerita yang seru masih di pertempuran dengan para raksasa dan omelan lucu para punakawan. Untunglah saya cukup bisa mengerti sedikit bahasa jawa sini, sehingga bisa ikut terpingkal-pingkal bersama dengan para penonton lain.
Cukup kagum juga dengan inovasi di wayang kulit ini. Permainan efek lampu pada layar, kilatan cahaya laser dan hembusan dry ice, menjadikan pertunjukan ini tidaklah monoton. Inovasi lain yaitu gabungan dengan wayang kulit ini dengan campur sarian. Sehingga para sinden muda menyanyi dan menari di saat kritis, yaitu saat menonton sudah merasa ngantuk
Sayang sekali saya tak mengikuti seluruh pertunjukan ini, kareka pertunjukan diadakan di hari kerja.
Akhirnya saya pulang dengan satu tekad di hati, yaitu saya akan nonton lagi! Mudah-mudahan seni tradisional ini masih terus dapat dilestarikan.
O ya untuk teknik pemotretan di pertunjukan yang minim penerangan ini amatlah sulit. Saya terpaksa memberikan ISO yang sangat tinggi, lebih dari ISO 1000 ataupun ISO 1600 untuk memberikan cahaya yang cukup untuk menyetabilkan light meter saya. Selamat menikmati foto-fotonya, semoga terbayang apa yang terjadi pada pertunjukan wayang kulit saat itu.
Kupu-kupuku yang Lucu_2
by adesena on Jun.03, 2010, under Freebies
F-number 5.6
Exposure program Not defined
ISO speed ratings 200
Date/time original 2010:06:03 12:57:58
Exposure time 1/200 s
F-number 5.6
Exposure program Not defined
ISO speed ratings 200
Date/time original 2010:06:03 12:59:24
Exposure time 1/125 s
F-number 5.6
Exposure program Not defined
ISO speed ratings 400
Date/time original 2010:06:03 13:02:33
Exposure time 1/250 s
F-number 5.6
Exposure program Not defined
ISO speed ratings 200
Date/time original 2010:06:03 13:03:50
Kupu-kupuku yang Lucu_1
by adesena on Jun.03, 2010, under Freebies
Harus saya akui, bahwa mengambil foto kupu-kupu itu tidak mudah, terlebih ketika sang kupu-kupu sedang terbang, hinggap dari satu kembang ke kembang yang lain untuk mencari makan.
Dengan sedih hati, saya memutar mode camera saya kedalam mode otomatis, hiks. Tapi semua itu terbayarkan dengan hasil yang saya dapat.
Diambil di penangkaran kupu-kupu di daerah Cihanjuang Cimahi.
Selamat menikmati…..
Exposure time 1/40 s
F-number 5.6
Exposure program Not defined
ISO speed ratings 400
Date/time original 2010:06:03 12:41:30
Exposure time 1/160 s
F-number 5.6
Exposure program Not defined
ISO speed ratings 200
Date/time original 2010:06:03 12:42:52
Exposure time 1/200 s
F-number 5.6
Exposure program Not defined
ISO speed ratings 200
Date/time original 2010:06:03 12:43:39
Exposure time 1/100 s
F-number 5.6
Exposure program Not defined
ISO speed ratings 400
Date/time original 2010:06:03 12:57:21
Nama Boleh Sama, Keahlian Mekanik Berbeda-beda
by adesena on Jun.02, 2010, under Freebies
Kemajuan dan keberhasilan industri sepeda motor di Indonesia, tidak terlepas dari dukungan sales after service yang baik. Honda yang meraih pangsa pasar sepeda motor terbanyak di Indonesia, terus mengembangkan diri, baik di segmen sales ataupun after servicenya. Bagi pelaku otomotif, bisnis sales after service juga menjanjikan provit yang besar. Terlebih ketika manajemen bisnis modern turut juga melanda negeri kita, maka bermunculan service centre sepeda motor seperti ini di daerah-daerah kecil, bahkan sampai ke ibukota kecamatan. Bagi pelaku bisnis, usaha ini menguntungkan, mengingat Honda adalah brand yang telah ada puluhan tahun di Indonesia, tentu saja pemilik merk ini sangatlah banyak, sehingga pangsa pasar after market produk ini sangatlah mengiurkan.
Bagi saya pemilik 3 sepeda motor Honda berbeda jenis ini, kemunculan service centre Honda di dekat rumah itu merupakan sebuah keuntungan. Keberadaan service centre Honda yang disebut dengan AHASS mempunyai ciri khas yang baku. Dari sisi penampilan, gedung AHASS ini mudah ditemukan. Dari segi peralatan cukup seragam, walaupun ketersediaan sparepart menjadi masalah tersendiri. Satu hal yang dapat saya andalkan dari AHASS ini (dan ini harus dijaga oleh pihak Honda), yaitu adanya pelumas asli, ditengah maraknya pelumas palsu yang beredar dipasaran. Walaupun harganya semakin naik, tapi daripada beli yang palsu dan mesin menjadi rusak, lebih baik beli yang asli di dealer yang ditunjuk.
Didalam tulisan ini, saya tidak bermaksud menjelaskan bagaimana menguntungkannya bisnis AHASS ini. Ini hanyalah sharing pengalaman aja tentang bagaimana pelayanan AHASS. Nama daerah dimana AHASS berada sengaja tidak penulis samarkan, semata-mata agar pembaca dapat melihat bahwa ada pelayanan AHASS yang kurang professional dan yang professional.
Kronologisnya seperti ini. Saya berangkat dari rumah di daerah Banjar Jabar, menuju kota Bandung, mengendarai sepeda motor Honda Tiger thn 2007. Berangkat pukul 4.30 pagi, di daerah Ciamis, terjadi kebocoran selang pelumas rem cakram belakang, karena adanya gesekan dengan roda belakang. Karena saat itu masih sangat pagi, saya memutuskan untuk meneruskan perjalanan sampai adanya bengkel yang buka, karena pertimbangan lalu lintas yang sepi dan rem depan yang berfungsi dengan baik.
Kira-kira pukul 7 pagi, saya berhenti di daerah Malangbong Garut, karena adanya bengkel yang cukup besar. Kebetulan selang untuk rem cakram belakang ada di bengkel tersebut. Proses pengerjaan memakan waktu 3 jam! Dengan hasil tidak memuaskan, pengereman cakram belakang hanya 10%, dan setelah beberapa kilometer dari bengkel, rem blong sama sekali.
Saya meneruskan perjalanan dengan harapan akan dibereskan oleh bengkel AHASS di daerah Malangbong. Di AHASS ini saya memperoleh penjelasan bahwa Master Rem saya bermasalah, sehingga tidak bisa memompa pelumas. Mungkin terkena batu, sehingga salah satu tuas dalam master rem tersebut bengkok. Wah padahal saya sudah jelaskan bahwa tadi hanya rusak selang pelumasnya saja. Fungsi master rem bekerja dengan baik. Ya mungkin rusak akibat bengkel yang pertama katanya, tenang aja kok pak, harga master rem hanya sekitar 25 – 50 ribu, tapi spare part tersebut tidak ready stock. Disarankan untuk dicari di daerah Bandung. Oke no proplemo kata saya, saya akan cari di AHASS yang cukup besar di daerah Cileunyi.
Disana saya mendapat penjelasan bahwa master rem nggak usah diganti, cukup dengan diganti karet didalam master rem tersebut, tapi sekali lagi bahwa spare part tersebut tidak tersedia di tempat. Saya meneruskan perjalanan kembali ke daerah jalan Moch. Toha. Saya menemukan AHASS yang cukup besar disana dengan harapan menemukan spare part yang saya cari. Disarankan kata seorang teknisi disana, untuk mencari ke pusat spare part Honda di daerah jalan pungkur, belokan ke puskesmas Pasundan.
Betul ternyata ada AHASS disitu. Ketika saya Tanya harga master rem belakang tiger, ternyata harganya sekitar 350 ribu! (50 ribu dari hongkong J ). Karena spare part sedang kosong, dan AHASS tersebut hanya menjual spare part tanpa adanya dukungan teknisi, saya disarankan untuk memeriksakan dahulu ke AHASS di jalan Ciateul (Jl. Inggit Garnasih), karena katanya master rem ini jarang rusak.
Di AHASS Ciateul ini (maaf saya lupa namanya), kurang 30 menit motor saya sudah dapat mengerem dengan sempurna. Katanya mungkin orang yang pasangnya tadi nggak tau trik memasang selang master rem nya. Dan saya di charge harga 10 ribu saja!
Gila kata saya dalam hati. Gila yang pertama, saya berkendara dari Ciamis sampai Bandung, cuma mengandalkan rem depan. Gila yang kedua, beresin persoalan seperti ini harus di Bandung. Entah karena di Bandung terdapat banyak persoalan, sehingga teknisi menjadi terampil karena jam terbang yang tinggi, entah karena “paket” pelatihan si teknisi belum sampai ke tahap motor sport, sehingga mereka yang berada di daerah salah mendiagnosa dan tidak berani mengambil tindakan.
Memang motor sport jumlahnya sedikit dibanding dengan motor bebek dan matic, tetapi keterampilan mekanik dan ketersediaan spare part harus juga diperhatikan oleh si pemilik AHASS.











Exposure time 1/160 s