Sim-Pus
Sistem Informasi Manajemen Puskesmas (SIM-PUS)
Maksud dan Tujuan kami dalam membuat pekerjaan SIM-PUS ini adalah : Membantu memberikan solusi terbaik kepada manajemen puskesmas dalam mengelola operasional unitnya pada pelayanan dalam gedung. Hasil dari pelayanan ini dapat menjadi masukan penting bagi Dinas Kesehatan Kota/ Kabupaten, sehingga didapatkan pengumpulan data-data yang akurat dari puskesmas-puskesmas.
TATA CARA PELAYANAN DI PUSKESMAS
Pada Gambar 1 dapat dilihat alur pasien untuk mendapatkan pelayanan di puskesmas. Pasien yang datang, masuk ke loket pendaftaran. Setelah itu dipanggil ke Balai Pengobatan (BP). Dari sini pasien akan diarahkan untuk ke Laboratorium (Lab), di tempatkan di rawat inap, dirujuk atau diberikan obat dan diperkenankan pulang untuk rawat jalan.
Berdasarkan dari tata cara pelayanan di puskesmas tadi kami merancang sebuah SIM-PUS. Dikarenakan jumlah komputer yang terbatas di puskesmas, maka kami merancang sebuah konfigurasi system yang sederhana dan dapat dipakai untuk beberapa unit komputer saja, tetapi tanpa mengurangi efektifitas penggunaan software ini. Kedepannya setiap BP dapat diinstalasikan program ini.
Dapat dilihat pada Gambar 2, terdapat tiga unit komputer yang dipakai untuk melayani pasien. Komputer pertama terdapat di unit Loket Pendaftaran. Komputer ke dua dipakai di BP dan komputer ke tiga dipakai di unit Obat(Apotik).
Pada komputer yang pertama, pasien diharuskan untuk terlebih dahulu, memeriksa keberadaan kepala keluarganya. Dikarenakan sistem ini menggunakan sistem Family Folder, maka Key dari sistem ini adalah Kepala Keluarga (KK). Jika KK telah terdaftar, maka pasien itu di masukkan kedalam KK yang bersangkutan, jika KK belum terdaftar, maka akan dibuat Family Folder baru.
Pada proses ini juga dimasukkan nama pasien, alamat, golongan darah, pekerjaan dan lain-lain. Setelah proses ini selesai, pasien diberi nomor antrian (secara manual) kemudian dipersilahkan untuk menunggu.
Komputer yang kedua, disimpan di BP Umum. Pasien dipanggil kemudian diperiksa terlebih dahulu Medical Recordnya (untuk pasien lama). Setelah selesai diperiksa, lalu diagnosa diinput di komputer. Input dari pemeriksaan ini memakai database ICD10.
Jika pasien diputuskan untuk menjalani pemeriksaan Lab, maka pasien segera ke Laboratorium dan kembali ke BP. Jika diputuskan rawat inap, maka pasien menuju rawat inap. Jika pasien harus di rujuk, maka pasien dipersilahkan untuk ke Rumah sakit. Dan jika pasien diharuskan rawat jalan, maka akan diberikan obat dan dipersilahkan untuk menjalani rawat jalan.
Jika pasien diharuskan untuk rawat jalan, pemeriksa lalu mengetik obat yang akan diberikan kepada pasien. Pemeriksa lalu mengecek secara online inventory obat, pada proses ini secara real time dapat diketahui jenis dan jumlah obat saat ini yang terdapat di unit obat.
Di komputer unit Obat, dilihat secara online, nama-nama pasien dan obat yang harus diberikan kepadanya. Setelah obat diberikan kepada pasien lalu di input bahwa pasien telah diberikan obatnya. Input ini secara otomatis mengurangi saldo obat yang terdapat di puskesmas. Komputer unit Obat ini juga berfungsi untuk menginput data-data obat yang telah diberikan oleh Dinkes.
Pada sistem ini juga akan dibuat software untuk menangani Lab dan software rawat inap (khusus puskesmas yang mempunyai fasilitas rawat inap). Pada software pelayanan dalam gedung dibuatkan juga sistem billing sederhana.
Komputer server juga akan dilengkapi dengan modem, sehingga Dinkes dapat setiap waktu mengambil data dari puskesmas. Proses ini akan mempercepat pelaporan yang akan dilakukan oleh Dinkes. Pada proses lain, yaitu pada unit Obat, Dinkes secara online dapat mengecek keberadaan obat, sehingga sebelum puskesmas melaporkan kekurangan obat, Dinkes dapat menyiapkan kekurangan obat tersebut terlebih dahulu. Jika didapatkan kasus error pada jaringan telepon, maka cara yang lain untuk melaporkan kegiatan puskesmas tersebut, dengan membackup data kedalam flashdisk dan membawanya secara manual ke server Dinkes.
Untuk rencana kedepan, sistem ini bisa benar-benar online jika masing-masing puskesmas dan Dinkes memasang Tower Radio untuk jaringan Wireless LAN.





