Adesena

The Beauty of Linux/ Ubuntu

by on Dec.11, 2011, under Ubuntu

Awal mula bertemu dengan Linux.

Terlebih dahulu saya akan bercerita tentang perkenalan saya dengan Linux. Kira-kira setahun kebelakang saya bertemu dengan seorang teman yang sudah beralih dari OS Windows ke Linux. Kalo nggak salah dia pakai Linux Mint. Saya cukup kagum karena dimulai dari proses instalasinya, yang sangat mudah (Beda dengan Linux yang dulu, yang terlalu banyak memakai syntax dalam pengoperasiannya), Browsing di Linux terbukti lebih cepat daripada di Windows. Dan juga daya tahannnya dari Virus (Faktor terbesar karena virus windows gak bisa jalan di Linux), juga kalo ada virus di Linux ketika akan menginfeksi harus memasukkan password terlebih dahulu.

Kenapa saya beralih ke Linux? Terus terang saya sudah bosan dengan sistem windows yang sudah saya geluti belasan tahun ini. Urusan virus juga menjadi problem yang tidak berujung. Di Linux saya mendapati diri saya pada keadaan ketika saya semangat untuk mempelajari windows dahulu. Syntax di Linux sangat mudah dipelajari, walaupun awalnya susah, tapi ketika sudah lama menggunakannya maka akan sangat familiar.

Mulailah saya mencari source dari Linux, ada teman yang menawari saya mengcopy dari Harddisknya beberapa koleksi Linuxnya. Namun sayang karena tampilannya kurang bagus, proses instalasinya juga tidak indah dan waktu selesai di Install, beberapa device saya tidak jalan. Cukup menjengkelkan juga ketika sound card kita tidak terdeteksi dan kita kesulitan untuk mencari drivernya, dikarenakan saya masih sangat baru. Ketika saya saya coba instalasi modem juga saya cukup kesulitan.

Karena keinginan yang kuat untuk beralih sistem operasi, secara kebetulan saya masuk ke sebuah toko software. Waktu itu hanya ada 1 buah linux yang ia tawarkan yaitu Ubuntu 10.10. Mulailah saya mencoba menginstallnya. Karena saya masih memakai Windows 7, dan ternyata bisa di install bersamaan dengan Windows 7 (di ubuntu di instilahkan dengan Alongside). Jadi ketika komputer di boot, maka akan keluar pilihan apakah akan memakai Windows atau Ubuntu.

Proses boot berjalan mulus sekali, Windows 7 saya sama sekali tidak terganggu ketika partisi C saya dimasuki oleh Ubuntu. Ternyata sangat compatible dengan hardware yang saya gunakan. Sound card, VGA Card, termasuk function dari Keyboard di notebook saya berjalan sangat baik. Cuma waktu itu Modem Huawei saya tidak terdeteksi.

Cukup bingung pada awal mulanya, karena gak ada tempat bertanya. Ketika coba bertanya ke oom google ternyata banyak sekali blog yang menulis tentang linux ini. Hanya ada satu file yang di edit dan segera modem tersebut terdeteksi. (Di linux versi selanjutnya ini tidak terjadi, modem otomatis terdeteksi).

Dimana Saya Mendapatkan Linux

Dari berbagai macam jenis Linux yang saya install, saya terpincut dengan Ubuntu yang sangat mudah dipelajari. Saya berlangganan Majalah Info Linux. Setiap bulan akan ada Linux yang di sertakan di DVD 8 GB nya. Bersama dengan itu juga terdapat banyak distro linux (linux yang di custumize oleh seseorang bersama dengan aplikasi-aplikasi yang dia sering pakai, di linux cara ini legal lho, malah disediakan juga software untuk membuat installernya).

Cara yang kedua adalah dengan mengdownloadnya. Saya biasa mengdownload dari server local. Biasanya server kambing.ui.ac.id menyediakan banyak sekali jenis linux dan distronya. Server ini akan membuka bandwidthnya lebih besar setelah jam 6 sore. Sehingga saya sarankan untuk mendownload di malam hari. Untuk mencarinya cukup dengan ke google dengan keyword, misalnya : ubuntu 11.10 kambing ui download.

Aplikasi di Ubuntu

Di Ubuntu 10.10 saya menemukan hal yang berbeda sama sekali dengan di Windows. Di Windows saya memakai 1 buah desktop saya, sedangkan di Ubuntu saya memakai sampai dengan 4 Desktop. Satu Desktop dipakai untuk program yang online (Firefox, download dll). Satu Desktop dipakai untuk program online (Mengetik, edit gambar atau video) dan biasanya dektop berikutnya saya pakai untuk multimedia (menyetel musik, atau membakar CD).

Ke empat desktop tadi dapat dipindahkan dengan tombol Ctrl + Alt + Panah kiri dan kanan. Hal yang menarik jika anda coba menginstal Compiz dan CCSM nya. Tampilan dadu 3 Dimensi akan mengubah perubahan dari satu desktop ke desktop yang lain.

Di Ubuntu kita akan menemukan Ubuntu software Center. Saya ini tersedia lebih dari 36 Ribu aplikasi yang dapat anda download secara gratis. Aplikasinya juga gak main-main lho, beda sama android market yang masih muda, dan aplikasinya juga kebanyakan masih keliatan main-main.

Memang syarat utama untuk lebih nyaman dengan Ubuntu/ Linux ini adalah online ke Internet. Untuk install software di Ubuntu Software Center misalnya, anda wajib terkoneksi dengan internet. Untuk software yang kecil bisa download pakai modem. Tapi untuk software yang cukup besar, saya tidak ragu untuk membawa notebook atau CPU saya ke warnet.

Untuk instalasi Printer, sangatlah mudah. Printer saya menggunakan HP Laserjet 1005, cukup dengan menyalakannya, terdeteksi dan meminta koneksi dengan internet, jadilah langsung terkoneksi. Gak pake ribet untuk mencari driver ke situs-situs tertentu.

Segala proses instalasi wajib memasukkan user password (password ini anda masukkan pada waktu instalasi).

Jika di Windows saya kesulitan untuk menyalakan berbagai file multimedia, misalnya saya harus mendownload media player classic hanya untuk menyalakan file 3gp, dan mencari-cari player baru untuk menyalakan jenis file multimedia yang baru, di Linux sangatlah berbeda.

Untuk menyalakan file mp3 misalnya, ketika linux mendeteksinya, lalu dia akan mencari plug in atau codex ke internet dan langsung menginstallnya. Segala jenis codex akan dia download dan bisa dipakai oleh setiap aplikasi multimedia.

Aplikasi di Linux dan persamaannya dengan Windows :

  • Saat ini saya memakai Libre Office 3 (Yang otomatis ikut terinstall dengan Installer Ubuntu). Kompatibelitas dengan Office 2010 cukup memuaskan. File Microsoft word misalnya, di Libre office memakai extension .odt, tetapi dia dapat membuka dan memsave ke .docx sekalipun.
  • Untuk program corel draw di Linux dapat memakai program Inkscape, tampilan hampir sama persis, tapi anda mungkin akan harus adaptasi memakai short cut nya, besarnya file untuk di download 26 MB.
  • Program jadwal sholat dapat memakai program Minbar, Program ini dipakai secara offline tapi ke akuratannya luar biasa dengan jadwal sholat di Indonesia. Besarnya file untuk di download 1,5 MB.
  • Untuk edit foto yang biasanya memakai program Photoshop dapat memakai program GIMP. Jika anda cukup familier dengan Photoshop anda tidak akan kesulitan memakai program ini. Besarnya file untuk di download 8 MB.
  • Untuk edit file audio, ada Audacity. Jika anda biasa memakai program Audio Grabber, dengan memcoba-coba program audacity ini anda akan segera menguasainya. Besarnya file untuk di download 15 MB.
  • Jika anda biasa bekerja dengan file RAR, ada program yang sama perkasanya dengan WINRAR, yaitu UNRAR. Besarnya file untuk di download 100 kB saja.
  • Untuk Edit video ada Pitivi Video editor yang besarnya 3,7 MB dan Kino yang besarnya 9 MB.
  • Gparted : Sofware untuk editor partisi
  • Adobe flash plugin : flash player yang masuk ke mozilla firefox untuk memainkan animasi.
  • Tag Tools : Untuk mengedit informasi yang ada dalam file mp3
  • Xine : Software DVD player

Ada beberapa program yang cukup unik di Ubuntu dan biasa saya pakai :

  • Wine : program yang dapat memjalankan program-program Windows di Linux. Microsoft Office 2007 saja dapat di Install di Linux. Ini cukup membikin bingung teman-teman saya, karena menyangka saya memakai Windows dengan Skin Linux. Program Kamus di Windows juga berjalan sangat baik di Wine. Bahkan program-program yang berektensi .exe yang biasa di compile dengan Delphi berjalan juga di Linux. Besarnya file untuk di download 95 MB.
  • Virtual Box : Program ini sama dengan virtual box di Windows. Dengan Virtual Box, kita dapat menginstalasi sistem operasi lain di dalam Ubuntu kita. Semua versi Windows, Android bahkan Linux lain dapat di cicipi disini. Ada rekan bertanya kenapa tidak pakai Windows saya bung dan di Install dengan Virtual box agar dapat menginstall Ubuntu. Alasan pertama adalah sangat berat menginstall virtual box di Windows, dan yang kedua bila windowsnya kena virus, semuanya bisa bubar kan? Besarnya file untuk di download 84,5 MB.
  • Stellarium : Program untuk simulasi bintang-bintang di langit. Dengan program ini timbul keinginan saya untuk belajar astronomi. Program ini dapat di set ke kota kita. Bahkan kota tempat saya tinggal di Ciamis ada databasenya di program ini. Saya pernah iseng membandingkan posisi bintang yang ada di program ini dengan kenyataannya di lapangan. Menurut saya yang awam di bidang astronomi, program ini cukup bagus. Seumur-umur saya baru tahu bahwa bintang yang di atas itu adalah sebuah planet yang dinamakan jupiter ! :) Besarnya file untuk di download 46,2 MB.
  • Samba : Adalah fasilitas file sharing di linux

Aplikasi-aplikasi ini akan saya bahas pada blog saya ini. Jika anda baru mengenal program Linux, maka mudah-mudahan tulisan saya ini menjadi virus yang akan membuat anda penasaran untuk mencoba sistem operasi ini. Enjoy the ride with Ubuntu.

(Anak saya mengomentari judul tulisan saya di atas : Katanya seperti judul lagu orang korea. Judulnya bahasa inggris tapi dalemnya bahasa Indonesia semua :D )


2 Comments for this entry

  • Kang Mul

    Assalamualaikum..

    Hallo Pak.. menarik buat dicoba nih..
    Biar lineuk eh LINUX-nya jalan dengan stabil, tolong info spesifikasi minimum hardware yang diperlukan ya..

    Haturnuhun.

  • adesena

    Oke makasih Comment nya pak. Hardware yang pasti lebih ringan dari Windows lah. Saya coba mulai dari Pentium 4 dengan memori 256 dan bagus banget pak.

Leave a Reply


Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!

Blogroll

A few highly recommended websites...